7 Cara Membedakan Gejala Hamil atau Gejala Mau Haid

Sindrom menjelang haid (PMS) dan tanda hamil muda memang mirip, mulai dari payudara yang mengencang, hingga kram perut. Akan sulit bagi Anda yang sedang harap-harap cemas untuk bisa membedakannya. Baca terus artikel ini untuk mengetahui apa perbedaan yang jelas antara tanda hamil dan gejala mau mens. Tapi ingat: Perbedaan gejala dapat bervariasi dari satu wanita dan yang lainnya.

Membedakan mana PMS dan mana tanda hamil
1. Nyeri payudara yang berlangsung lama adalah tanda hamil

Payudara membengkak dan terasa nyeri adalah tanda PMS jika jaringan payudara terasa padat — terutama di sisi terluar. Anda juga mungkin mengalami sensasi payudara yang terasa penuh, sesak, disertai oleh rasa nyeri dan berat. Keluhan juga hanya muncul tepat sebelum menstruasi Anda, dan berhenti di hari pertama menstruasi atau selama periode haid Anda.

Selama awal kehamilan, payudara Anda mungkin terasa sakit, sensitif, atau keras saat disentuh. Kedua payudara juga mungkin terasa lebih padat dan lebih berat. Pembengkakan ini biasanya akan terjadi satu hingga dua minggu setelah Anda mengalami pembuahan, dan dapat berlangsung cukup lama akibat lonjakan tingkat progesteron dalam tubuh untuk mendukung kehamilan. Beberapa wanita memiliki nyeri payudara yang berlangsung sepanjang masa kehamilan mereka.

2. Kram perut yang berlangsung lama adalah tanda Anda akan menstruasi

Banyak wanita yang mengalami kram satu atau dua hari sebelum menstruasi tiba. Tetapi, kram perut juga bisa terjadi selama masa implantasi embrio.

Kram perut adalah tanda PMS jika Anda mengalami dismenore (kram akibat kejang otot rahim yang terjadi 24-48 jam sebelum menstruasi). Kram PMS pada umumnya terasa seolah perut bawah Anda diperas sesekali yang diikuti oleh nyeri punggung. Anda mungkin hanya mengalami kembung di daerah perut. Beberapa wanita mengalami kram perut PMS ringan, tetapi juga bisa sangat intens. Pada umumnya, kram dan segala penderitaan yang mengikuti akan berangsur menghilang selama periode haid Anda dan menghilang di penghujung siklus.

Kram perut yang disebabkan implantasi embrio umumnya terasa lebih ringan daripada kram perut yang biasa Anda alami selama PMS. Banyak wanita mengatakan bahwa nyeri berpusat lebih di satu sisi dari yang lainnya. Misal, jika telur dibuahi menempel di sisi kanan rahim, kram mungkin lebih terasa pada sisi itu, bukan di sebelah kiri. Banyak wanita mengatakan bahwa rasanya seperti dicubit atau ditarik, tidak seperti kram yang sebenarnya. Kram bisa berlangsung hanya beberapa jam (sampai beberapa hari, pada kasus tertentu), tetapi biasanya terjadi segera setelah ovulasi — bukan hanya sebelum haid (untuk kebanyakan wanita). Seringnya, kram implantasi juga dibarengi dengan kemunculan bercak darah, tapi sekali lagi, ini tidak berlaku untuk setiap wanita.

Intinya: jika Anda mengalami kram yang intens dan berlangsung lebih dari satu hari, Anda mungkin mengalami PMS.

3. Jika itu tanda PMS, Anda harusnya tidak mengalami perdarahan

Pendarahan ringan terkadang adalah salah satu tanda awal kehamilan, tetapi wanita sering menduga jenis bercak darah ringan ini sebagai pertanda menstruasi biasa. Bercak-bercak darah yang terjadi di awal kehamilan ini disebut perdarahan implantasi.

Pendarahan implantasi dimulai sekitar seminggu sebelum menstruasi. Dengan demikian, bercak darah yang Anda lihat segera setelah ovulasi kemungkinan menunjukkan suksesnya pembuahan. Anda mungkin melihat hanya 1-2 tetes darah di panty liner Anda yang hampir tidak pernah berwarna merah darah menyala. Biasanya perdarahan implantasi berwarna merah muda atau kekuningan, hampir kecoklatan, dengan hanya sedikit saja bercak darah. Hal ini terjadi tidak pada setiap wanita, dan durasi hanya terbatas untuk beberapa jam, 1-2 hari dalam kasus langka yang merupakan alasan utama mengapa pendarahan implantasi sering dianggap sebagai awal periode haid. Pendarahan implantasi tidak terjadi lebih selama 5 atau 7 hari, itu tidak normal.

Anda tidak akan memiliki perdarahan selama PMS. Dan ketika Anda menstruasi Anda benar tiba, aliran darahnya akan terasa lebih berat dan berlangsung sampai seminggu. Warna darah menstruasi bervariasi dari merah darah cerah hingga cokelat gelap bahkan merah tua kehitaman, bertekstur kadang cair kadang kental, kadang juga dilengkapi dengan gumpalan darah.

4. Ngidam yang aneh-aneh adalah tanda hamil

Ketika Anda mengalami PMS, Anda mungkin menyadari bahwa Anda akan cenderung makan makanan yang manis atau asin, seperti cokelat, keripik kentang, atau gorengan. Anda juga lebih mungkin memiliki selera makan yang besar.

Ngidam ibu hamil ditandai dengan keinginan dan/kebutuhan akan kombinasi makanan yang tidak biasanya Anda makan (misalnya jus nangka dan sate usus) atau mendambakan makanan yang Anda jarang atau tidak pernah inginkan sebelumnya. Seiring dengan keinginan makanan yang sangat spesifik, Anda mungkin benar-benar tidak tertarik pada beberapa makanan atau memiliki keengganan untuk bau dan selera tertentu, bahkan yang Anda sebenarnya sukai sebelumnya. Hal ini dapat berlangsung selama kehamilan. Karena ngidam adalah gejala halus, sangat penting untuk memperhatikan tanda-tanda lain sebelum benar yakin.

5. Mual muntah? Itu tanda hamil

Morning sickness adalah salah satu tanda awal kehamilan paling klasik dan jelas yang menjamin Anda sedang hamil. Mual dapat mulai dari tiga minggu setelah pembuahan. Namun, tidak semua wanita mengalami morning sickness, dan “morning sickness” dapat terjadi setiap saat sepanjang hari.

Anda tidak akan mengalami mual atau muntah selama PMS atau terlambat datang bulan biasa.

6. Sakit punggung mungkin hanya pertanda PMS

Anda sering mendengar ibu hamil mengeluhkan sakit punggung selama masa kehamilannya. Namun, rasa sakitnya hanya akan muncul di trimester kedua sampai tiga ketika tambahan berat badan dari janin yang membesar mulai menghambat ibu.

Jika Anda mengalami sakit punggung bawah mendekati periode menstruasi Anda, kemungkinan terbesarnya itu hanyalah pertanda gejala PMS saja. Sakit punggung yang terkait dengan menstruasi dilaporkan terasa seperti ditembak, tetapi juga bisa terasa berdenyut atau pegal mirip kram. Rasa sakitnya juga kadang memancar hingga ke kedua kaki.

7. Terlambat datang bulan belum tentu tanda hamil

Tanda awal kehamilan klasik adalah terlambat datang bulan, terlebih jika siklus menstruasi Anda normal dan tidak pernah terlambat sebelumnya. Tapi, jika siklus Anda cenderung tidak teratur atau tidak terduga, Anda mungkin tidak hamil.

Bahkan pada wanita yang memiliki siklus tepat waktu sekalipun, periode menstruasi yang terlewat bukan jaminan pasti itu tanda awal kehamilan. Stres, perubahan pola makan, peningkatan aktivitas fisik, dan sekelompok faktor eksternal lainnya dapat menyebabkan Anda mengalami terlambat datang bulan atau bahkan tidak sama sekali. Jika Anda telah membuat perubahan besar dalam hidup atau berada di bawah tekanan stres berat, haid yang terlambat mungkin hanya alarm tubuh untuk mengingatkan Anda beristirahat sejenak.

Cara terbaik untuk membedakan antara PMS dan tanda awal kehamilan adalah untuk melakukan tes kehamilan. Mengetahui gejala PMS khas Anda juga dapat banyak membantu sehingga Anda akan segera tahu ketika ada perubahan dalam polanya. Temui dokter Anda jika Anda memiliki pertanyaan atau masalah. Semakin cepat Anda mengetahui Anda hamil, semakin cepat Anda bisa mendapatkan perawatan yang tepat.

Sumber: hellosehat.com

Tulisan ini dipublikasikan di Promil Alami. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *